Thursday, July 11, 2019

Lee Chong Wei adalah Gambaran serta Bukti dari Hasil Kerja Keras dan Konsistensi

Sang legenda hidup Lee Chong Wei asal Malaysia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karirnya  di dunia bulutangkis yang telah membesarkan namanya selama kurang lebih 19 tahun (2000-2019).  Ia terpaksa harus pensiun dan menggantungkan raket dan mimpinya untuk meraih medali emas Olimpiade akibat kanker hidung yang dideritanya.

Lee Chong Wei adalah sosok pekerja keras yang serius, tidak pernah sekalipun terlihat di raut wajahnya kesan "main-main" setiap kali Ia bertanding atau meremehkan lawan siapa pun yang dihadapinya. Chong Wei merupakan salah satu pemain bulutangkis yang paling konsisten, hal ini terbukti dengan torehan 69 gelar juara dan menduduki ranking 1 dunia  selama 349 minggu atau kurang lebih 7 tahun.

Pernah ketika saya sedang melancong ke Malaysia, saya menemukan sebuah majalah yang sedang menulis tentang sosok Lee Chong Wei. Disitu ditulis bahwa Ia tidak pernah jalan-jalan meskipun saat sedang bertanding di luar negeri. Bagaimana bisa jalan-jalan kalau Ia baru akan mengakhiri pertandingannya di hari terakhir pertandingan atau final dan besoknya Ia sudah harus langsung terbang ke negaranya atau melanjutkan turnamen selanjutnya. Jika memiliki waktu kosong setelah pertandingan Ia lebih memilih untuk istirahat atau latihan. Luar biasa bukan etos kerja kerasnya?
Mulai saat itulah saya mengagumi sosok seorang Lee Chong Wei.

Jika dilihat dari pesaing-pesaing pada jamannya seperti Taufik Hidayat dan Lin Dan, Lee Chong Wei memang tidak memiliki skill yang spesial. Namun hal ini Ia tepis dan ganti dengan latihan dan kerja keras, Chong Wei yang lebih mengandalkan power dan bermain dengan sangat ulet dan pantang menyerah dapat disejajarkan dengan Taufik Hidayat dan Lin Dan.

Lee Chong Wei juga merupakan sosok yang sangat dicintai publik Malaysia bahkan oleh Kesultanannya sendiri Chong Wei mendapat berbagai gelar kehormatan yang diselipkan di namanya dengan sebutan "Datuk" atau "Datuk Wira". Saking dicintainya Chong Wei mungkin tidak pernah diserang oleh para fans apabila Ia mengalami kekalahan, malahan sebaliknya Ia kembali di-support. Bahkan oleh pecinta bulutangkis Indonesia yang biasanya sangat anti terhadap pemain Malaysia, mereka menaruh respect yang tinggi apabila Ia bermain di Istora.

Lee Chong Wei adalah gambaran serta bukti dari hasil kerja keras dan konsistensi yang menghasilkan cinta yang begitu besar bagi rakyat Malaysia. Sehingga wajar saja ketika Ia mengumumkan akan mengakhiri karirnya Ia sampai meneteskan air mata.

Happy retirement my idol, enjoy your new life. Hope to see you again someday :)

Monday, April 1, 2019

Kenapa Jokowi?

April 2019 ini seluruh rakyat Indonesia akan kembali memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Tahun yang disebut juga dengan tahun politik yang cukup panas bagi kedua kubu pendukung masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presidennya. Praktis hal ini pula lah yang menjadikan banyak bermunculannya tim sukses dari kedua paslon.
Banyak juga campaign-campaign negatif yang kita dengar dari kedua kubu.

Nah, dari pada sibuk menjelekkan lawan politik alangkah lebih bagusnya kalau kita sebagai pendukung mengkampanyekan hal-hal yang sifatnya positif. Kalau ditanya nanti saya akan memilih siapa jelas saya akan memilih sesuai keinginan pribadi saya yaitu pasangan Joko Widodo dan Maaruf Amin.

Berikut ini alasan pribadi saya memilih Pak Jokowi, saya bukan tim sukses juga bukan orang politik, saya hanya memilih berdasarkan apa yang saya lihat dan yakini.


1. Pribadi yang Sederhana
Joko Widodo adalah presiden terbaik yang pernah saya tahu, pribadinya sangat sederhana bukan pencitraan semata. Hal ini juga yang ia wariskan kepada anak cucu serta menantunya. Pertama kali saya melihat sosok beliau adalah ketika pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012. Jujur, saat itu saya lebih tahu sosok Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari pada Pak Jokowi. Karena Pak Ahok pernah menjadi perbincangan di komunitas Kristen dan pernah menjadi bintang tamu di acara Kick Andy.

Saya bertanya-tanya sendiri sebenarnya siapa sih bapak ini? Ngomongnya halus dan pelan khas orang Jawa, beda dengan Pak Ahok yang to the point. Akhirnya saya baru tahu kalau ternyata bapak ini adalah walikota Solo yang sangat dicintai rakyatnya karena telah melakukan berbagai terobosan dan rebranding kota Solo yang diakui sendiri oleh warga kota Solo

Pak Jokowi tidak neko-neko ketika bertemu rakyatnya, mau ketika diajak selfie tidak seperti presiden-presiden sebelumnya yang cukup menjaga jarak ketika bertemu dengan rakyatnya, mungkin alasan keselamatan juga. Dan salah satu hal yang saya baru lihat adalah Pak Jokowi tidak segan-segan bertatap muka langsung dengan para wartawan pemburu berita ketika dimintai pendapat mengenai masalah-masalah yang sedang terjadi. Dimana sebenarnya presiden memiliki juru bicara, mungkin saat ini juru bicara kepresiden banyak nganggurnya :D


2. Kerja Nyata dan Cepat
Dengan mengusung semboyan "Kerja Kerja Kerja!" dan dibantu dengan menteri-menteri Kabinet Kerja yang keren-keren, sudah tak terhitung lagi banyaknya hasil kerja dan pembangunan yang telah diselesaikannya dalam kurun waktu 5 tahun ini. Berbagai infrastruktur telah Ia bangun bersama dengan para menteri kabinet kerjanya seperti jalan tol yang sempat mangkrak di era pemeintahan sebelumnya, Bandara di daerah penghubung, pembangunan waduk dan bendungan untuk para petani, dan lainnya.

Salah satu yang benar-benar saya rasakan adalah dikebutnya jalan trans Kalimantan yang pengerjaannya sudah bertahun-tahun namun tak kunjung selesai. Sebelumnya, jalan yang menghubungkan kota Pontianak dengan Kabupaten Sanggau harus ditempuh dengan waktu 6-7 jam, namun dengan adanya jalan trans Kalimantan ini, waktu tempuh menjadi lebih singkat yaitu 2,5-3,5 jam saja. Bertahun-tahun proyek tersebut hanya dikerjakan sedikit, masih berlumpur dan berbatu apalagi ketika musim hujan, mobil-mobil bisa amblas ke dalam lubang, namun ketika Pak Jokowi memerintahkan untuk mempercepat pembangunan jalan tersebut, jalan tersebut pun selesai tidak terputus lagi.

3. Pembangunan Merata
Pak Jokowi tidak hanya melaksanakan pembangunan di Pulau Jawa saja, tetapi sampai ke Kalimantan dan Indonesia Timur.
Saya ingat betul ketika pada tahun 2010 saya berkunjung ke Malaysia via Entikong dan Sarawak, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia di Entikong (Kalimantan Barat) sangat berbeda jauh kondisinya dengan yang dimiliki oleh negara Malaysia. PLBN Indonesia terkesan kumuh dan tidak terawat, toilet sangat kotor dan bau, sementara milik Malaysia yang jaraknya beberapa meter sangat bersih dan rapi.
Belum lama menjabat, Pak Jokowi melakukan kunjungan ke Entikong, kemudian dia memerintahkan Menteri PUPR untuk melakukan perombakan bangungan di PLBN Entikong, targetnya 2 tahun, betul saja dalam waktu kurang dari 2 tahun PLBN Entikong sudah selesai pengerjaannya.

Dan tentu sudah bukan rahasia umum lagi kalau hanya Pak Jokowi yang mampu membuat BBM satu harga di daerah Papua.

Jadi, hal-hal sederhana itu lah yang menjadi alasan saya untuk kembali memilih Pak Jokowi. Kalau pun nanti Pak Jokowi tidak terpilih lagi saya tetap berharap Indonesia tetap mengalami kemajuan di era presiden yang baru, karena saya percaya meskipun presiden baru pasti punya tujuan yang sama yaitu untuk Indonesia yang lebih baik dan disegani oleh negara-negara lain.

Kepada tim sukses kedua kubu saya harapkan kita bisa melakukan kampanye damai tanpa menjelekkan paslon lawan, pemilu hanya 5 tahun sekali buat apa kita menambah dosa dengan mencaci maki orang yang bahkan kita tidak kenal. Stop negative campaign, stop black campaign. Damai itu indah jika kita saling bergandengan tangan.

May God bless Indonesia!