April 2019 ini seluruh rakyat Indonesia akan kembali memilih presiden dan wakil presiden secara langsung. Tahun yang disebut juga dengan tahun politik yang cukup panas bagi kedua kubu pendukung masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presidennya. Praktis hal ini pula lah yang menjadikan banyak bermunculannya tim sukses dari kedua paslon.
Banyak juga campaign-campaign negatif yang kita dengar dari kedua kubu.
Nah, dari pada sibuk menjelekkan lawan politik alangkah lebih bagusnya kalau kita sebagai pendukung mengkampanyekan hal-hal yang sifatnya positif. Kalau ditanya nanti saya akan memilih siapa jelas saya akan memilih sesuai keinginan pribadi saya yaitu pasangan Joko Widodo dan Maaruf Amin.
Berikut ini alasan pribadi saya memilih Pak Jokowi, saya bukan tim sukses juga bukan orang politik, saya hanya memilih berdasarkan apa yang saya lihat dan yakini.
1. Pribadi yang Sederhana
Joko Widodo adalah presiden terbaik yang pernah saya tahu, pribadinya sangat sederhana bukan pencitraan semata. Hal ini juga yang ia wariskan kepada anak cucu serta menantunya. Pertama kali saya melihat sosok beliau adalah ketika pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012. Jujur, saat itu saya lebih tahu sosok Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari pada Pak Jokowi. Karena Pak Ahok pernah menjadi perbincangan di komunitas Kristen dan pernah menjadi bintang tamu di acara Kick Andy.
Saya bertanya-tanya sendiri sebenarnya siapa sih bapak ini? Ngomongnya halus dan pelan khas orang Jawa, beda dengan Pak Ahok yang to the point. Akhirnya saya baru tahu kalau ternyata bapak ini adalah walikota Solo yang sangat dicintai rakyatnya karena telah melakukan berbagai terobosan dan rebranding kota Solo yang diakui sendiri oleh warga kota Solo
Pak Jokowi tidak neko-neko ketika bertemu rakyatnya, mau ketika diajak selfie tidak seperti presiden-presiden sebelumnya yang cukup menjaga jarak ketika bertemu dengan rakyatnya, mungkin alasan keselamatan juga. Dan salah satu hal yang saya baru lihat adalah Pak Jokowi tidak segan-segan bertatap muka langsung dengan para wartawan pemburu berita ketika dimintai pendapat mengenai masalah-masalah yang sedang terjadi. Dimana sebenarnya presiden memiliki juru bicara, mungkin saat ini juru bicara kepresiden banyak nganggurnya :D
2. Kerja Nyata dan Cepat
Dengan mengusung semboyan "Kerja Kerja Kerja!" dan dibantu dengan menteri-menteri Kabinet Kerja yang keren-keren, sudah tak terhitung lagi banyaknya hasil kerja dan pembangunan yang telah diselesaikannya dalam kurun waktu 5 tahun ini. Berbagai infrastruktur telah Ia bangun bersama dengan para menteri kabinet kerjanya seperti jalan tol yang sempat mangkrak di era pemeintahan sebelumnya, Bandara di daerah penghubung, pembangunan waduk dan bendungan untuk para petani, dan lainnya.
Salah satu yang benar-benar saya rasakan adalah dikebutnya jalan trans Kalimantan yang pengerjaannya sudah bertahun-tahun namun tak kunjung selesai. Sebelumnya, jalan yang menghubungkan kota Pontianak dengan Kabupaten Sanggau harus ditempuh dengan waktu 6-7 jam, namun dengan adanya jalan trans Kalimantan ini, waktu tempuh menjadi lebih singkat yaitu 2,5-3,5 jam saja. Bertahun-tahun proyek tersebut hanya dikerjakan sedikit, masih berlumpur dan berbatu apalagi ketika musim hujan, mobil-mobil bisa amblas ke dalam lubang, namun ketika Pak Jokowi memerintahkan untuk mempercepat pembangunan jalan tersebut, jalan tersebut pun selesai tidak terputus lagi.
3. Pembangunan Merata
Pak Jokowi tidak hanya melaksanakan pembangunan di Pulau Jawa saja, tetapi sampai ke Kalimantan dan Indonesia Timur.
Saya ingat betul ketika pada tahun 2010 saya berkunjung ke Malaysia via Entikong dan Sarawak, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia di Entikong (Kalimantan Barat) sangat berbeda jauh kondisinya dengan yang dimiliki oleh negara Malaysia. PLBN Indonesia terkesan kumuh dan tidak terawat, toilet sangat kotor dan bau, sementara milik Malaysia yang jaraknya beberapa meter sangat bersih dan rapi.
Belum lama menjabat, Pak Jokowi melakukan kunjungan ke Entikong, kemudian dia memerintahkan Menteri PUPR untuk melakukan perombakan bangungan di PLBN Entikong, targetnya 2 tahun, betul saja dalam waktu kurang dari 2 tahun PLBN Entikong sudah selesai pengerjaannya.
Dan tentu sudah bukan rahasia umum lagi kalau hanya Pak Jokowi yang mampu membuat BBM satu harga di daerah Papua.
Jadi, hal-hal sederhana itu lah yang menjadi alasan saya untuk kembali memilih Pak Jokowi. Kalau pun nanti Pak Jokowi tidak terpilih lagi saya tetap berharap Indonesia tetap mengalami kemajuan di era presiden yang baru, karena saya percaya meskipun presiden baru pasti punya tujuan yang sama yaitu untuk Indonesia yang lebih baik dan disegani oleh negara-negara lain.
Kepada tim sukses kedua kubu saya harapkan kita bisa melakukan kampanye damai tanpa menjelekkan paslon lawan, pemilu hanya 5 tahun sekali buat apa kita menambah dosa dengan mencaci maki orang yang bahkan kita tidak kenal. Stop negative campaign, stop black campaign. Damai itu indah jika kita saling bergandengan tangan.
May God bless Indonesia!