Wednesday, April 30, 2014

Macau: Negara Casino yang Sangat Kaya


Mendarat di sebuah negara kecil yang bernama Macau membuat saya sedikit takjub dengan negara kecil ini. bagaimana tidak, negara kecil yang tidak punya wisata alam sama sekalipun bisa mendatangkan banyak turis setiap harinya terutama di hari weekend.

Sedikit pengetahuan yang saya tau dari penduduk lokal yang menjadi Tour Guide kami selama di Macau Ms. Lynn, Macau merupakan negara bekas jajahan Portugis selama 400 tahun, artinya lebih lama dari pada Belanda menjajah Indonesia. Tetapi bekas-bekas peninggalan Portugis masih sangat kental dan terasa disana, contohnya di setiap nama jalan selalu ada dua bahasa yaitu bahasa Mandarin dan bahasa Portugis. Bangunan-bangunan disana juga masih banyak yg bergaya Portugis. Sebagian besar penduduk mereka adalah Chinese dan Macanese (penduduk hasil perkawinan campuran antara Chinese dan Portugis) menggunakan bahasa Mandarin dan Cantonese.
Photo: suasana imigrasi di terminal kapal Ferry Macau 

Sebutan Macau sendiri berasal dari sejarah A-Ma Temple. A-Ma Temple merupakan sebuah kuil yang dibangun tahun 1488 sebagai dedikasi kepada Mazu yang dikenal sebagai the goddess of seafarers and fishermen (Dewi para pelaut dan nelayan). 

Ketika para pelaut dari Portugis mendarat di tanah ini, mereka menanyakan apa nama tempat ini. Penduduk lokal yang merupakan penduduk China dari provinsi Fujian menyebutnya dengan "A-Ma Gok" dari bahasa Fujian yang berarti negerinya A-Ma.
Oleh orang Portugis mereka tidak bisa menyebutnya dengan tepat, mereka menyebutnya Macau, maka jadilah nama Macau hingga saat ini.

Macau memiliki dua pulau yaitu Taipa Island dan Macau City atau yang lebih dikenal dengan Macau Peninsula yang dihubungkan oleh jembatan besar. Selain itu Macau sedang gencar-gencaran mengembangkan Reclaim Land (Pulau reklamasi), di atas pulau reklamasi itu sendiri dibangun sebuah Tower yang disebut Macau Tower yang merupakan bangunan tertinggi di negara tersebut, dari Macau Tower itu sendiri kita dapat melihat satu negara Macau. Untuk naik ke Macau Tower yang tingginya 61 lantai tersebut, kita harus merogoh kocek cukup dalam yaitu sebesar HKD 125 (IDR 187,500). Oh ya disana kita dapat menggunakan dollar Hongkong untuk bertransaksi dimanapun, jadi tidak perlu repot untuk ke money changer menukar uang Macau.
Photo: Jembatan Taipa-Macau

Photo: Macau dari Macau Tower

Photo: di atas jembatan Taipa-Macau (di tengah-tengah adalah Pulau reklamasi

Transportasi umum disana sepenglihatan saya hanya ada bus dan taxi, ada juga becak tradisional, tapi jarang dijumpai. Jangan kaget Taxi dan bus disana jalannya ngebut-ngebut (tapi tidak ugal-ugalan kayak sopir metromini) Entah kenapa, Mungkin karena jalanan yang sepi, kendaraan pribadi sangat sedikit. Sementara penduduk disana banyak juga yang menggunakan sepeda motor jenis matic.
Photo: Parkiran becak tradisional


Tidak sulit menemukan Casino di negara ini, karena di setiap hotel bintang sudah pasti dilengkapi dengan arena Casino. 
Terdapat kurang lebih 80-an Casino di Macau. What?? Luar biasa bukan? Jumlah ini melebihi jumlah Casino di Las Vegas Amerika Serikat. Indonesia satu aja belum punya (atau ga akan punya? *tengok2 Ormas yang suka sweeping).
Menurut saya jika Indonesia punya Casino lumayan juga untuk mendatangkan turis manca negara, selain itu juga bisa mendapatkan penghasilan dari sektor pajak. Come on Indonesia! Yang penting dikelola secara profesional, Malaysia aja ada kok.


Di Macau sendiri, sebagian besar pendapatan negaranya didapat dari  "Gambling Tax" yaitu pajak yang dikenakan kepada para pengusaha Casino dan para pemain yang memenangkan judi Casino. Dari hasil pajak itu sendiri, pemerintah menginvestasikan kembali uang tersebut ke Bank untuk kesejahteraan rakyatnya, seperti wajib belajar 15 tahun secara gratis dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan High School, pemeliharaan para lansia, janda dan anak yatim piatu, biaya berobat gratis kepada para pelajar dan para PNS.
Menurut cerita Ms Lynn, jika penduduk mereka ada yang bercerai dan anak-anak tinggal dengan ibunya maka pemerintah akan memberikan tanggungan sebesar MOP 1,800 (sekitar IDR 2,700,000) kepada ibunya, dan tanggungan maximal 2 orang anak sebesar MOP 1,800 per anak. Sejahterah bukan? Dari hasil pajak Casino saja bisa mensejahterahkan satu negara! Wow!


Ada lagi yang menarik dari negara Casino ini, Casino di Macau hanya dikuasai oleh 3 orang yaitu Stanley Ho, Las Vegas, dan Galaxy Group. Sebelum tahun 1990, oleh pemerintah China seluruh Casino hanya boleh dimiliki oleh pengusaha lokal yaitu Mr. Stanley Ho sendiri yang sampai saat ini memiliki 36 Casino di Macau, salah satunya yang paling besar adalah Grand Lisboa dan The Venetian. Selain berbisnis Casino, Stanley Ho juga berbisnis properti, real eastate, entairtainment, dll. Saking kayanya mungkin dia sampai memiliki 4 orang istri (1 sudah meninggal). Ckck..


Saya sempat mengunjungi Grand Lisboa, ketika masuk dari pintu depan kita langsung dapat menyaksikan permainan Casino. Di ruangan dalam, suasana sangat ramai sekali, para pemain judi Casino bervariasi mulai dari remaja sampai lansia. Saya pun tertarik untuk menyaksikan battle game antara 2 orang boss besar yang keduanya dikawal oleh beberapa body guard yang ganteng-ganteng (ups salah pokus), tidak seperti body guard di film-film yang sangar dan serem :D
Saya tidak ikut main, berhubung kere dan irit-iritan dengan membawa uang pas-pasan di negeri orang. Hiks..hiks T.T
Photo: Casino Lisboa 

Photo: Penampakan Grand Lisboa, sangat glamour

The Venetian sendiri di design dengan sangat lengkap, ada restoran, tempat bermain Casino, hingga pusat perbelanjaan. Kenapa dinamakan Venetian? Mungkin design di dalamnya yang seperti Negara Venice di Eropa, di tengah pusat perbelanjaan yang terletak di lantai bawah kita dapat melihat perahu yang berlalu lalang dan dikendarai oleh mas-mas bule mengitari The Venetian.



Tempat wisata lainnya adalah bekas reruntuhan gereja St. Paul, sangat ramai sekali para turis yang mendatangi tempat ini. Padahal cuma ada gereja yang tinggal tembok -_- (not a recommended place). Di dekat gereja terdapat toko-toko Souvenir khas Macau, tetapi harganya cukup mahal.


Hanya kurang dari 1 hari saja saya sudah mengelilingi Macau, start dari jam 10 sampai dengan jam 4. Sangat kecil bukan? Paling segede Bandung.
Sebagai bangsa Indonesia kita harus benar-benar bersyukur, kita dikasih Tuhan alam yang indah dan negara yang besar. Tinggal bagaimana kita aja yang menjaga dan memeliharanya. Dan tentu saja saya juga banyak belajar dari negara kecil ini. 

1 comment:

  1. Anda Kalah terus bermain ???
    ayoo buktikan hokymu di website kami ...
    Memiliki banyak bonus menarik

    ~Bonus TURNOVER 0.5%
    ( Dibagikan Setiap Harinya )
    ~Bonus Refferal 20%
    ( Member Get Member )

    ~ Real Player vs player
    ~ No robot , No admin
    ~Proses Deposit Super cepat hanya 1 menit oleh admin kami yang berpengalaman
    ~Livechat 24jam online
    ~Dilayani Dengan Ramah dan Sopan Oleh Admin kami yang cantik
    Tunggu apalagi buruan daftarkan diri anda diwebsite kami :)

    Contact Us
    BBM : 2BE326CC
    YAHOO : wayangpokerofficial
    NO HP : +85512804273
    SKYPE : wayangpoker

    ReplyDelete